Saturday, November 29, 2008

TERNYATA...HIDUP ITU MUDAH...SEMUDAH...

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik."Ibu menjawab: "Mengapa?"Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah."Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur."Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah."Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan:"Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

THE POWER OF NEGOSIASI (copy paste fr other blog)

Ayah : Anakku, aku ingin kamu menikah dengan wanita pilihan Ayah Anak : Maaf, Ayah! Aku hanya akan menikah dengan wanita pilihanku sendiri Ayah : Tapi, Anakku, Wanita ini adalah anaknya Bill Gates Anak : Ah, Serius, Yah? Kalo gitu, Ok, deh! Hari berikutnya, Sang ayah mendekati Bill Gates Ayah : Saya telah memilihkan calon suami untuk anakmu Bill Gates : Tapi, anakku masih terlalu muda untuk menikah sekarang. Ayah : Weits, tunggu dulu. Calon yang aku pilihkan ini adalah vice president dari Bank Dunia Bill Gates : Ah, Serius Lo?? Kalo gitu, Ok, deh! Akhirnya Sang Ayah mendekati President Bank Dunia Ayah : Saya memiliki seorang anak muda yang bisa dijadikan vice president untuk kamu President : Oh, maaf, saya sudah memiliki banyak calon VP untuk itu Ayah : Tapi kamu tidak tau, kan, Anak laki-laki ini adalah menantunya Bill Gates President : Ah, Serius Lo??? Kalo gitu, Ok, deh!

IT COST A SOUL...copy paste fr other mailist

Di malam naas itu saat kereta di sekitar Stasiun Lenteng Agung dia dirampok (atau dicopet?) oleh "segerombolan" bandit versi lain dia sedang berusaha menolong orang yang kecopetan. Dua versi itu berujung sama, si mahasiswa terlempar (atau dilempar oleh kawanan bandit ) ke luar gerbong yang anda bisa bayangkan sedang melaju kencang. Yang biasa jadi "manusia kereta" sekitar Bogor-Jakarta mungkin kebayang kondisi tepi2 sepanjang rel kreta, mulai dari pohon, pagar baja, kerikil, sampe tukang ikan (kalo di pasar anyar bogor mepet banget tuh tukang ikan dengan rel kereta).Akibat peristiwa tersebut sudah sekitar 3-4 hari ini mahasiswa tersebut dalam kondisikoma dan di rawat di ICU RS Harapan Bunda Jakarta tanpa penangan khusus karena sekala kesadarannya. Skala kesadarannya mencapai 3 dari 15 (minimal 5 untuk bisa dioperasi/perawatan lebih lanjut).Tapi malangnya, malam ini baru saja saya mendapat kabar bahwa akhirnya sang mahasiswa tersebut tidak bisa bertahan lama. Viki (nama mahasiswa tersebut) telah berpulang ke rahmatullah. . Innalillahi wa innailahi raji'un..semoga beliau mendapat tempatyang layak di sisi-NyaMerenungi "kekejaman" KRL ini, bagi temen2 yang "berencana" menggunakan KRL di masa mendatang ataupun yang menggunakan transportasi lainnya, mudah-mudahan peristiwa ini menjadi catatan kita bersama bahwa tingkat keamanan transportasi di negara kita benar2 memprihatinkan.

Sunday, November 23, 2008

CHATTING, WHAT MAKES ME ADDICTED?

One day...i was online from Church...there were not many things to do, except my work....but things were not so urgent for me to do...i was addicted to internet since i could not meet all my friends face to face. That was not the only reason....when it comes to writing, all thumbs. I once hated writing anything that other people could read it...in fact, i had no confidence at all in writing something, but somehow my teacher in both junior high and senior high liked me in writing and sometimes i got quite high score in writing subject even though i had no idea of why it got such a high score. Anyway, that indicates that i have potential in writing. So now i come to believe that and determine to make it come true till it comes true. Back to previous topic, i was initiating some blogs, so i need to regularly write something and post it to my blogs. I currently open four blogs, all for different topics, and i plan to manage them all for things i experience in my journey of life as my journal. Therefore i need as much as i could to write something and post it. Another reason is to look around the mailing list to read what is the current issue for certain topics as i join several different mailing list (we call it 'milis'). From the 'milis' i got invited few persons as their chat mate, one is my old classmate. I was enjoying chatting for the first time with them in that they appreciated me as a good companion. I was thinking "wow, chatting is not that difficult and bad" i could talk with someone without even have to go out of my room. Still another reason is that by chatting we can talk as if no border between us that we can pour out everything we have in our mind without worrying about making other person offended and left us in hurting feeling. So many people in different characters talk with their various motives and therefore it makes chatting so interesting and through it you can tell your secret and respond to others freely. However, there are times when my chat mate begins to talk seriously about sensitive matters such as religions and ethnics.

Sunday, November 02, 2008

Cara Mudah Mendapatkan Pria Idaman

Rabu, 22 Oktober 2008 | 14:00 WIB

Bukanlah hal yang mudah bagi banyak perempuan untuk mendapatkan pria yang baik. Sebaliknya, jujur saja, juga tak mudah bagi pria untuk mendapatkan perempuan yang baik. Berikut ini ada perspektif untuk membantu para wanita di ambang frustrasi, yang ingin mencari seorang pria yang baik yang sampai saat ini belum berhasil didapatkannya. Ini dia langkah-langkahnya!

1. Jadi Diri Sendiri Ketika pertama kali bertemu seseorang, Anda mungkin tergoda untuk jadi seseorang yang bukan diri Anda, misalnya berusaha berpenampilan sebaik mungkin. Memang tak salah jika ingin memberikan kesan yang baik, tetapi jika berlebihan mungkin bisa membuat sang pria mundur.

2. Punya Kehidupan Sendiri Hubungan yang dipaksakan, dramatis, dan posesif sering merupakan ekspresi dari perasaan yang sangat membutuhkan pria di dalam kehidupan Anda. Sebaiknya, ikuti target Anda, kembangkan minat dan hobi, miliki kehidupan yang menarik, lakukan hal-hal yang membawa Anda keluar dari lingkaran rutin. Dan jangan bersikap berlebihan. Pelahan belajarlah membangun jaringan pertemanan, agar teman kencan Anda bukan satu-satunya orang yang ada di dalam kehidupan Anda.

3. Santai & Tenang Sebagian besar pria tak senang wanita yang agresif, posesif, liar, manja dan lainnya. Belajarlah lebih santai dan bersenang-senang. Jadi, jaga perilaku Anda. Bila harus berpacaran dengan wanita yang membuat hidupnya makin sulit, pasti akan membuat pria tak berminat. Jika Anda melakukan segala hal dengan tulus, pria akan menghargainya. Ingat, sebagian besar pria, terutama yang baik, mencari seseorang yang bisa membuatnya nyaman, bukan yang selalu membuatnya kesal dan ingin marah.

4. Menyadari Perbedaan Komunikasi Pria sering tak bisa menangkap pesan samar-samar yang dikirimkan wanita melalui bahasa tubuhnya. Jangan menyalahkannya, karena memang begitulah pria. Bahasa tubuh yang samar-samar seperti senyuman yang membuat pria tak yakin, apakah Anda sungguh-sungguh menyukainya. Mereka tak bisa berasumsi, senyuman berarti Anda tertarik padanya.

5. Sehat mental dan minat Penelitian psikologis menunjukkan, seseorang mencari pasangan untuk mengisi kekosongan psikologis. Terkadang kekosongan ini tak sehat, misalnya wanita hanya mencari seorang pria hanya untuk menggoda dan merasa dibutuhkan. Lihat diri Anda dan tanyakan mengapa sangat menginginkan pria, bersikaplah jujur pada diri sendiri. Wanita yang bermasalah hanya akan menarik pria yang juga bermasalah, dan pria yang baik dan sejati tak ingin punya pasangan yang memiliki masalah lebih besar darinya. Jika Anda menginginkan hubungan yang sehat dengan pria sejati, pastikan keadaan mental dan minat Anda juga sehat.

6. Jangan Mempermainkan Tak seorang pun senang dipermainkan. Mempermainkan berarti mengelabui dan akan menyakiti orang yang percaya pada Anda. Jangan bermain dengan perasaan. Pria yang baik akan menghormati, bahkan mengejar Anda. Jika Anda tak serius, hanya akan membuat pria baik pergi meninggalkan Anda. Jika Anda menyenangi seorang pria, jangan bersikap seolah tak menyukainya. Katakan saja terus terang. Memang ada pria yang senang tantangan, tetapi pria baik akan menghargai diri dan harapan Anda, dan akan pergi jika terus dipaksa. Ingat, pria berkomunikasi secara langsung.

7. Perlakukan Dengan Baik Ini merupakan hal paling penting! Pria tak senang berada bersama wanita yang meremehkannya, dan pria baik tak akan membutuhkan waktu lama untuk meninggalkan wanita seperti ini. Jadi, jangan takut untuk membantu pria menaikkan harga dirinya. Pria sama seperti wanita, sering merasa tidak aman. Jika pria berada bersama teman-temannya atau keluarganya, tunjukkan Anda menghargai dan bangga terhadap dirinya. Percayalah, Anda akan memenangkan cinta dan hormatnya.

8. Pujilah, Tapi Jangan Berlebihan Pria baik tidak nekat dalam mencari wanita. Mereka senang bertemu wanita yang juga baik. Pria baik akan menghargai pujian atas daya tarik yang dimilikinya. Bagaimanapun juga, jangan lakukannya dengan cara berlebihan. Jika ia belum tertarik kepada Anda, jangan nekat karena semakin Anda nekat, ia akan semakin tak tertarik. Sebaiknya, jadilah diri sendiri.

9. Hormati diri Anda Jika Anda mengatakan tidak, ia harus berhenti. Jika ia tak berhenti, sebaiknya tinggalkan. Jangan ragu-ragu untuk mengatakan ‘tidak'. Jangan bersikap melawan moral Anda untuk mencoba mempertahankannya. Jika Anda merasa perlu meninggalkannya, berarti ia bukan pria yang baik atau cocok untuk Anda secara spesifik. Anda pun tak boleh ragu-ragu untuk mengatakan ‘ya'. Jika Anda merasa waktunya tepat, percaya dengan keberuntungan, yakinlah pria idaman Anda akan muncul.

10. Ikuti Aturan Emas Artinya, terapkan aturan Anda untuk orang lain, termasuk untuk dia, pada diri sendiri. Pria sejati pasti memerhatikan hal ini, namun mereka tak mengatakannya. Perlakukanlah dirinya dengan hormat dan menghargai. Siapa tahu, jika pria tahu Anda menginginkan pria yang baik, sejati, dan belum memiliki anak, mungkin ada di antara mereka yang memenuhi kriteria lalu memperkenalkan diri ke Anda.

11. Jangan posesif Artinya, jangan perlihatkan kepada teman kencan bahwa Anda selalu ingin berada di dekatnya. Pria memerlukan ruang dan tak ingin Anda mengikuti ke mana pun mereka pergi, karena Anda juga punya kehidupan sendiri.

Aline

6 Tipe Pria yang Harus Dihindari Setelah Putus

Senin, 27 Oktober 2008 | 12:59 WIB

Sendiri lagi? Ada tiga peraturan yang perlu dijalankan bila Anda ingin berkencan lagi sesudah mengalami putus hubungan, yaitu: 1. Jangan menyalahkan diri sendiri. 2. Jangan samakan teman kencan baru dengan sang mantan. 3. Walaupun Anda tergila-gila pada teman kencan yang baru, jangan buru-buru serahkan seluruh hati Anda padanya. Nah, sebelum menjalin hubungan baru, perhatikan jenis-jenis pria berikut agar Anda tak salah pilih pasangan:

1. TIPE SI PEMARAH Cara mengenalinya: Belum apa-apa dia sudah menceritakan pacarnya yang berselingkuh dengan pelatih fitness-nya atau membawa kabur tabungannya dan dia mengatakan tak sabar mendengar cerita mengenai putusnya hubungan Anda dengan si mantan.

Mengapa dia menggoda hati: Anda menghadapi musuh yang sama, yaitu sama-sama punya mantan. Di satu sisi, sifat "panas" mantan Anda dapat membuat Anda bergairah.

Tinggalkan: Bila teman kencan baru (yang juga baru putus hubungan) selalu menyalahkan mantannya, biasanya dialah yang bermasalah dan umumnya belum siap memulai hubungan baru.

2. TIPE SAHABAT DAN BEKAS MANTANNYA Cara mengenalinya: Dia tidak tertarik pada pembicaraan lain kecuali membicarakan mantannya.

Mengapa dia menggoda hati: Tampaknya dia ingin memberi penyegaran bagi Anda.

Hindari: Tetap menjaga hubungan baik dengan sahabat, tentu tidak ada salahnya. Tetapi bila dia selalu membicarakan mantannya, seolah-olah tak ada yang lebih baik dari mantannya, berarti dia masih mencintai dan masih ingin kembali ke mantannya. Tinggalkan dia.

3. TIPE KAWAKAN Cara mengenalinya: Dia tipe yang tertutup, memakai sepatu mahal, tampak rapi, dan selalu menghindari pembicaraan yang bersifat pribadi.

Mengapa dia menggoda hati: Seperti pada permainan tenis, bila lawan main Anda orang yang sudah mahir, tenaga Anda tidak terkuras seperti bila main dengan pemula. Demikian juga halnya dengan tipe orang yang sudah kawakan. Dia pandai membuat Anda merasa nyaman, relaks, dan aman.

Hindari: Orang dengan tipe ini pintar berkencan dan pada umumnya tidak mau terlibat dalam pembicaraan yang menyangkut masalah pribadi. Biasanya dia juga tipe yang tidak mau terikat.

4. TIPE PENASIHAT ULUNG Cara mengenalinya: Dia pandai bicara dan jago memberi nasihat.

Mengapa dia menggoda hati: Bila berkonsultasi ke ahli, Anda harus bayar, kan? Nah, kalau bisa konseling gratis, mengapa tidak?

Tinggalkan: Kencan Anda akan seperti sesi terapi alias tidak romantis dan tidak menarik. Masalah yang paling utama adalah, orang dengan tipe seperti ini bertambah bahagia mendengarkan kesedihan orang lain.

5. TIPE POSESIF Cara mengenalinya: Pada waktu dia mendengar Anda menikah, yang dia tanyakan sambil bercanda adalah, "Pasangan kamu menyakiti kamu?"

Mengapa dia menggoda hati: Cemburu membuat orang merasa tersanjung. Dia menginginkan Anda hanya untuk dirinya.

Tinggalkan: Rasa cemburu yang besar menunjukkan sifat emosi yang tidak stabil. Pada awalnya memang tampak seperti memberi perhatian, tapi selanjutnya akan merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan bila semua tindakan dan apa yang Anda kerjakan harus diketahuinya.

6. TIPE ANAK MUDA Cara mengenalinya: Dia akan mengatakan, Anda jauh lebih menarik dari gadis usia 22 tahun yang pernah dikencaninya. Dan begitu tahu Anda baru saja menjanda, dia merasa seperti baru dapat lotere.

Mengapa dia menggoda hati: Dia sangat seksi dan mempunyai daya tarik yang kuat.

Tinggalkan: Dia hanya ingin memanfaatkan Anda. Kencan dengan Anda berarti dia tidak perlu mengeluarkan uang.

Si Dia Playboy?

Selasa, 28 Oktober 2008 | 11:56 WIB

Mungkin Anda merasakan ada yang ganjil dari tingkah laku si dia. Bisa saja dari kebiasaannya lembur hingga jauh malam, atau cara dia menatap sahabat wanita Anda. Perlu disadari, pria memiliki cara-cara yang khas dalam berkomunikasi dengan perempuan. Khusus pria bertipe playboy akan mengatakan hal-hal yang ingin Anda dengar, walaupun tidak sepenuhnya yang dia katakan itu benar dan jujur. Oleh karena itu, bila ingin tahu apakah dia termasuk tipe playboy atau bukan, jawablah kuis berikut.

1. Anda sedang berkencan dan pesan singkat (SMS) di ponselnya berbunyi. Apakah dia akan membacanya di depan Anda? a. Pasti, selalu. b. Kadang-kadang, tetapi cepat-cepat. c. Dia tidak akan membacanya di depan saya. d. Siapa yang akan mendengar bunyi SMS di keramaian?

2. Bangun pagi, di hari Minggu, waktu yang tepat untuk fitness. Ketika Anda mengajaknya pergi, dia: a. Mematikan telepon dari Anda dan tidur lagi. b. Tidak mandi, hanya menyemprotkan minyak wangi secukupnya ke tubuhnya. c. Mandi "koboi", menyemprotkan sedikit minyak wangi, lalu menyambar topinya. d. Mandi, menyemprotkan minyak wangi, dan berpenampilan rapi.

3. Sambil bercanda, dia mengatakan, "Pasti seru, ya, kalau punya pacar 2 sekaligus. Eh, aku cuma bercanda, lo!" a. Betul b. Salah

4. Anda bertemu dengan teman-teman dekatnya dan Anda menyapa mereka. Mereka: a. Mengatakan, "Kami sering mendengar cerita tentang kamu!" b. Mengalihkan pandangannya. c. Menggoda teman kencan Anda dan mengatakan dia tidak cocok untuk Anda. d. Mengedipkan mata dan mengatakan kepada Anda, "Hati-hati, ya, sama dia!"

5. Bagaimana dia mengakhiri email yang ditujukan pada teman-teman wanitanya? a. "Salam" b. "Salam kangen" c. "Sampai nanti!" (Ditambah dengan gambar yang tersenyum). d. Tidak mencantumkan namanya.

6. Bila dia sedang keluar kota untuk tugas kantor, dia hampir tak pernah menjawab telepon Anda pada malam hari. a. Betul b. Salah

7. Apakah dia sering memuji teman-teman wanita Anda? a. Ya, mulai dari rambut sampai warna lipstik. b. Memperhatikan payudara atau betis mereka. c. Hanya bila Anda mengatakan padanya bahwa mereka mengenakan baju baru. d. Tidak. Dia justru melontarkan pujiannya untuk Anda.

JAWABAN YANG BENAR: 1. c. 2. d. 3. a. 4. d. 5. b. 6. a. 7. b.

NILAI & ARTI: 0-1 poin: Dia adalah orang yang tepat bagi Anda. Anda tidak perlu khawatir akan tindak tanduknya. Mau membuat dia lebih hangat? Setiap hari sapa dia dengan kata-kata yang manis yang membuatnya makin mengasihi Anda.

2-4 poin: Dia termasuk tipe yang sedang dalam taraf memilih. Memang dia menyukai Anda tetapi jangan terlalu mudah terpedaya dengan rayuannya. Curiga dia berselingkuh? Hadapi dia hanya bila Anda betul-betul siap untuk mendengar jawabannya. Bisa saja dia langsung berterus terang, tapi bisa juga dia menunggu waktu yang tepat untuk memutuskan hubungannya dengan Anda bila dia telah mendapatkan wanita yang tepat untuknya.

5-7 poin: Sebaiknya akhiri hubungan Anda dengannya. Dia tidak akan terbuka kepada Anda mengenai kehidupannya. Matanya yang jelalatan tidak dapat menutupi sifat genitnya. Anda tidak akan pernah dapat mengubahnya. Bila Anda menginginkan hubungan yang serius, tinggalkan dia. Hindari konfrontasi yang dramatis. Baginya berkencan merupakan permainan yang mengasyikkan.

7 Alasan Buruk untuk Menikah

Senin, 23 Juni 2008 | 11:47 WIB
Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral, dan karenanya setiap orang menginginkan pernikahan sekali seumur hidup. Kenyataannya, banyak perceraian akibat alasan yang salah ketika memutuskan untuk menikah. Inilah beberapa di antaranya

1. "Teman-teman saya banyak yang telah menikah."

2. "Jika tidak menikah dengannya, saya tidak dapat kesempatan lain."

3. "Ah, dia tidak seburuk itu, kok. Hanya doyan perempuan."

4. "Saya sudah terlalu dekat dengannya, jadi saya harus menikah dengannya."

5. "Kami sudah menyewa gedung, menyiapkan gaun, masak sih harus dibatalkan?"

6. "Kalau saya meninggalkannya, katanya dia akan bunuh diri."

7. "Saya tahu dia punya masalah. Tapi saya mencintai dia dan ingin membantunya. Mungkin pernikahan bisa membuatnya berubah."

Siapa Bilang Menikah Itu Rumit ?

Rabu, 29 Oktober 2008 | 10:38 WIB

KATANYA sih kerumitan berumah tangga disebabkan oleh suami-istri yang memperumit konsep pernikahan mereka sendiri. Supaya tidak rumit, apa sih rahasianya? Mayong Suryo Laksono menuliskan betapa sederhananya konsep pernikahan itu dalam pengantarnya untuk buku Keluargaku Permataku, antara lain konsep saling berbagi, berikrar untuk saling setia, memenuhi nafkah lahir batin, dan menyediakan fasilitas kepada anak untuk berkembang. Bermilyar manusia, sejak zaman megalitikum hingga zaman megapolitan sekarang ini sudah menjalaninya dan ternyata berhasil. Lalu, mengapa kemudian banyak yang mempermasalahkannya? SEKALI LAGI, KOMUNIKASI Dalam banyak tulisan, satu kata ini selalu diulang-ulang sebagai resep ampuh untuk menggelindingkan roda pernikahan dan ternyata memang terbukti. Banyak pasangan yang awalnya tidak menyadari bahwa sumber permasalahan pelik yang mereka hadapi tak lain adalah mandeknya komunikasi. Misalnya si suami tidak senang istrinya terlalu menuntut ini-itu, namun ia tak pernah mengutarakannya. Ibarat menyimpan bom waktu, setelah 10 tahun usia pernikahan, akhirnya baru terasalah bagaimana "lelah"nya menjalani kepura-puraan tersebut. Demikian juga ikrar untuk saling setia. Pasti tidak sulit melakoninya selama komunikasi berjalan mulus meski godaan akan selalu muncul. Seperti kata pepatah, bukankah rumput tetangga akan selalu terlihat lebih hijau? Namun kalau sedari awal godaan demi godaan bisa segera diselesaikan lewat komunikasi, apa pun yang diinginkan kedua belah pihak pasti akan terakomodasi. Bentuk yang paling memungkinkan adalah kompromi. Tapi perlu diingat, kompromi tidak sama dengan tuntutan. Dengan kompromi, maka rumput tetangga pun jadi tidak terlihat "hijau-hijau amat". Berikut kunci mempertahankan komunikasi: - Hindari berasumsi. Carilah kejelasan masalah dengan membicarakannya bersama. - Jadikan keterbukaan sebagai dasar komunikasi dalam rumah tangga. Utamakan konsep "kita", dan bukannya "saya" atau "kamu". - Cobalah untuk selalu belajar mengemukakan sesuatu dengan cara yang manis/positif. - Jangan pernah lelah untuk terus berlatih menjadi pendengar yang baik. - Senantiasa berpikir ulang, minimal 10 kali sebelum menyampaikan kata-kata negatif tentang pasangan. BERI DUKUNGAN Memberi dukungan berarti memberi ruang dan dorongan supaya masing-masing anggota keluarga dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik serta mengaktualisasi diri secara optimal. Sayangnya, yang kini sering menjadi masalah, ada pihak yang merasa tertinggal atau bahkan ditinggalkan. Contohnya suami yang kariernya melesat. Kondisi ini harus disikapi dengan saling memberi dukungan. Tak cuma istri yang dituntut untuk menyejajarkan langkah dengan meng-up grade diri. Namun suami pun harus bisa menyesuaikan diri. Tidak rumit kok selama keduanya benar-benar punya komitmen untuk mengupayakan kebahagiaan keluarga. Celakanya, yang kerap terjadi suami/istri "melesat" sendirian tanpa memedulikan pasangannya. Baru setelah pasangannya tertinggal jauh di belakang, muncul komentar, "Gimana dong? Abis suami/istriku enggak nyambung lagi sih!" Padahal kalau benar-benar diupayakan, membangun jembatan supaya keduanya selalu nyambung, bukanlah masalah besar. Berikut kiat-kiatnya: * Jangan jadikan keluarga sebagai ajang persaingan. * Landasi bangunan keluarga dengan semangat team work yang kompak. * Selalu siap mengulurkan bantuan pada setiap anggota keluarga yang membutuhkan. * Membuka diri untuk membicarakan rencana-rencana kreatif. * Seberapa pun menariknya peran atau fungsi-fungsi baru, jangan tinggalkan sama sekali peran dan fungsi lama. PENTINGNYA RASA NYAMAN Ibarat mengendarai mobil, mengemudikan biduk rumah tangga pun perlu suasana yang kondusif. Mengendarai mobil di jalan macet pasti berbeda rasanya dengan mengendarai mobil melintasi pegunungan yang sepi dan nyaman. Effort yang harus dikeluarkan tentu tidak akan sama. Suami dan istri mana sih yang tidak ingin mendapat rasa nyaman setiap kali pulang ke rumah?. Rasa nyaman ini tentu saja tidak ada kaitannya dengan kondisi fisik rumah yang megah atau fasilitasnya yang lengkap, sebab rasa nyaman hanya bisa ada dalam hati. Rasa nyaman inilah yang akan "menarik" masing-masing anggota keluarga untuk segera pulang ke rumah bila tidak ada hal-hal lebih penting lagi yang harus dikerjakannya di luar rumah. Rasa nyaman ini juga akan mempermudah pasangan untuk saling berbagi, saling mendukung dan saling membantu. Yang tidak kalah penting, rasa nyaman ini membuat suami maupun istri tidak menganggap perkawinannya sebagai sebuah keterpaksaan atau beban berat yang selalu menyusahkannya. Berikut sejumlah tips menciptakan rasa nyaman di rumah: * Rasa nyaman terhadap orang lain maupun diri sendiri baru akan tercipta bila kita terlebih dulu mampu menerima diri sendiri seutuhnya. * Mampu berpikir dan bersikap realistis terhadap segala keterbatasan pasangan atau hal-hal yang tidak mungkin untuk diubah lagi. * Kreatif menciptakan kegiatan bersama keluarga yang menyenangkan dan mendatangkan rasa relaks. * Tingkatkan kemampuan mengelola stres. * Selalu berupaya mendekatkan diri pada Tuhan dengan senantiasa berdoa dan bersyukur atas segala anugerahnya. Penulis : Marfuah Panji Astuti. Narasumber: Dra Clara Istiwidarum Kriswanto, MA, CPBC., dari Jagadnita Consulting

Kurang Serotonin, Anda Mudah Naik Pitam

Jumat, 6 Juni 2008 | 11:46 WIB

BILA akhir-akhir ini Anda cepat terpancing emosi atau gampang naik pitam, bisa jadi Anda kekurangan hormon serotonin dalam otak. Serotonin, yang juga dikenal sebagai hormon yang mengendalikan mood, menurut temuan para ahli di Inggris ternyata juga memainkan peran penting dalam mengatur emosi seperti amarah atau agresivitas. Seperti dipaparkan Molly Crockett, psikolog dari Universitas Cambridge dalam Journal Science, serotonin yang juga dikenal sebagai neurotransmitter (penghantar signal saraf) dan menjadi target obat-obatan antidepresan, diyakini dapat membuat respon seseorang menjadi agresif bila kadarnya dalam otak terbatas atau berkurang. Peran penting serotonin dalam mengendalikan impulse memang masih kontroversial, namun Crockett dan timnya mengklaim bahw riset mereka merupakan yang pertama membuktikan adanya hubugan kausalitas yang sebenarnya. "Oleh sebab kami dapat memanipulasi secara langsung kadar serotonin serta mengobservssi dampaknya terhadap perilaku, kami dapat menyimpulkan adanya hubungan sebab akibat antara serotonin dan respon agresif," ungkap Crockett. Riset yang digagas Crocket. juga telah membantu mengungkap misteri mengapa seseorang menjadi sangat murka atau agersif ketika lapar. Dalam kondisi perut kosong, terang peneliti, produksi asam amino esensial menurun. Padahal, asam amino yang berasal dari makanan inilah yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan serotonin. Selama riset, Crockett beserta timnya menggunakan pengetahuan mereka untuk memanipulasi kadar serotonin pada 20 orang sehat yang menjadi obyek penelitian. Partisipan diminta untuk melakukan permainan situasi guna menguji respon mereka terhadap adil atau tidaknya dalam penawaran uang. Dari pantauan terlihat bahwa partisipan yang memiliki kadar serotonin rendah cenderung ingin menyisihkan atau mengalahkan yang lain, bahkan saat tersudut sekalipun. Hal itu ditunjukkan sebagai cara untuk menghukum seseorang yang membuat penawaran. "Itu adalah respon yang dikendalikan amarah," ungkap Crockett. Hasil temuan ini menurut Crockett setidaknya dapat membantu para dokter dalam mengobati pasien penderita depresi dan gangguan kecemasan. Para dokter dapat mengajarkan pasien bagaimana mengatur emosi saat membuat keputusan, khususnya dalam situasi sosial.

AC Sumber : Reuters

Cara Jaga Reputasi dan Harga Diri

Minggu, 1 Juni 2008 | 12:35 WIB

Mempertahankan harga diri berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan rasa hormat terhadap diri sendiri, rasa percaya diri, serta sikap adil. Supaya terhindar dari kesalahan yang dapat merusak semua itu, ada baiknya menerapkan kiat-kiat berikut agar karier Anda terus meroket. 1. TUNJUKKAN SIKAP POSITIF Selalu tunjukkan sikap positif pada atasan, rekan kerja, dan kondisi kantor. Buktikan bahwa Anda aset kantor yang berharga dan berkontribusi terhadap perkembangan perusahaan. 2. JANGAN SUKA MENGELUH Sikap Anda yang sering mengeluh, sering izin tidak masuk kantor karena sakit, atau meminta keringanan atas batas waktu suatu tugas, akan membuat atasan Anda tidak senang. Sikap tidak senangnya ini akan mempengaruhi karier serta rasa percaya diri Anda. Dan kenyataannya, tukang mengeluh tidak akan mendapatkan promosi. 3. PEKERJAAN SESUAI Anda berhak mendapatkan pekerjaan dengan kompensasi yang sesuai dan pantas, serta kondisi pekerjaan yang aman. Perjuangkan hak Anda dan jangan jual harga diri. Jangan pernah takut untuk menanyakan segala sesuatu hal yang penting bagi diri Anda kepada atasan. Bersikap tegas tetapi jangan menyerang serta utamakan kepentingan perusahaan. 4. JANGAN SELALU IKUT ARUS Jangan pernah takut untuk mandiri. Bekerja sama dengan sesama rekan kerja, itu perlu. Tapi, Anda tidak akan dihargai bila membiarkan teman sekerja memanfaatkan Anda. 5. JAGA REPUTASI Tidak ada salahnya bersenang-senang sesudah jam kerja atau pada acara-acara yang diadakan kantor, tetapi tetap jaga sikap dan perilaku. Perilaku sama halnya dengan harga diri. 6. MASALAH PRIBADI? NO! Jaga volume suara bila berbicara di telepon untuk masalah-masalah pribadi. 7. KENDALIKAN EMOSI Jika teman sekerja ada yang berulah sehingga mengganggu pekerjaan Anda, sebaiknya tetap kendalikan emosi. Reaksi Anda akan memengaruhi persepsi orang lain terhadap Anda. Pertahankan harga diri dengan mengendalikan emosi. 8. WASPADA PELECEHAN Laporkan pada pihak berwenang bila terjadi pelecehan di tempat kerja, baik yang menimpa Anda atau teman sekerja. Pelecehan di tempat kerja berpengaruh kepada harga diri seseorang. 9. KEPEMIMPINAN KREATIF Di dalam dunia kerja, inovasi merupakan kunci masa depan. Gunakan bakat kreatif Anda untuk membantu pertumbuhan perusahaan tempat Anda bekerja. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya diri Anda.

Berargumentasi Tanpa Emosi

Senin, 19 Mei 2008 | 13:46 WIB

Saling serang dengan kata-kata untuk mengajukan alasan atau argumen masing-masing, acapkali membuat emosi tidak terkendali, sehingga potensial terjadi konfrontasi. Agar perdebatan tidak berkepanjangan, kuasai aturan dasar berargumentasi. KONDISI FIT Jangan pernah mendiskusikan masalah penting ketika Anda lelah. Pasalnya, ketika lelah, Anda akan menanggapi sesuatu dengan sikap yang terdistorsi. Jika lawan bicara lelah, tundalah diskusi tersebut sampai kondisinya membaik. MAKSIMALKAN TELINGA Biasanya dua orang yang sedang berdebat akan berlomba berbicara. Hal tersebut hanya akan menguras energi. Dengarkan argumentasi lawan bicara sampai tuntas. Kadang-kadang, seseorang sulit memilih kata yang tepat untuk menyatakan pendapatnya. Dengarkan dengan sabar kalimat demi kalimat yang dilontaran lawan bicara. Jangan cepat mengambil kesimpulan sebelum kalimatnya selesai. BAHASA SIMPATIK Gunakan kalimat bernada simpatik untuk mendebat pendapatnya. Jangan mulai dengan kalimat, "Anda salah karena...", akan terdengar enak di telinganya jika Anda memulai dengan kalimat, "Saya memahami cara berpikir Anda, namun apakah tidak sebaiknya..." PERHATIKAN INTONASI Aturlah nada suara agar tetap terdengar lembut. Apabila lawan bicara mulai jengkel, usahakan tetap tenang. Apabila lawan bicara meninggikan nada suaranya, jangan terpancing dan tenggelam dalam emosi yang berlebihan. Tetaplah proaktif dan bicaralah dengan tenang. Ini akan membuat nada suara lawan bicara Anda ikut merendah. Apabila lawan bicara tidak dapat berbicara secara rasional, katakan bahwa Anda akan mendiskusikannya di lain waktu, dalam suasana yang lebih kondusif. MEMAAFKAN DAN MELUPAKAN Ketika perbedaan pendapat muncul, hindari mengungkit-ungkit kesalahan dia di masa lalu. Yang Anda hadapi adalah persoalan hari ini, bukan persoalan kemarin. Jangan menjadi orang yang suka mengorek kesalahan di masa lalu, tapi fokuslah pada mengatasi masalah yang terjadi saat ini. JANGAN MELIBATKAN PRIBADI Pandanglah masalah secara obyektif dan jangan melibatkan pribadi. "Apa maksud Anda? Kata-kata Anda melukai prasaan saya!" Komentar-komentar ini sering terdengar dalam situasi diskusi yang memanas. Ingat, hanya karena seseorang tidak menyukai pendapat Anda, bukan berarti dia tidak menyukai Anda. Anda dan pendapat Anda adalah dua hal yang berbeda. SERTAKAN BUKTI Lengkapi argumentasi Anda dengan bukti atau data yang akurat. Berdebat tanpa bukti atau data yang kuat hanya akan mempermalukan diri sendiri. Siapkan amunisi berupa data penunjang yang mendukung argumentasi, sebelum masuk ke ruang diskusi. TERIMA KEKALAHAN Jangan bersikukuh pada pendapat sendiri. Pandanglah suatu peristiwa dari berbagai sisi. Anda mungkin menganggap pendapat Anda benar. Tapi cobalah membuka diri. Jangan eogis. Introspeksi diri, barangkali memang ada yang kurang dari data atau informasi Anda. MINTA MAAF Meski yakin bahwa Anda benar dan orang lain salah, tidak ada salahnya meminta maaf jika perkataan Anda menyinggung hatinya. Permintaan maaf Anda akan menurunkan ego orang itu dan membuatnya tahu bahwa ia sangat berarti bagi Anda. Mungkin Anda tidak sependapat dengannya, tapi paling tidak Anda menghargainya. BERKEPALA DINGIN Seburuk apa pun ucapan lawan bicara, tanggapi dengan kepala dingin. Kunci utama memenangkan argumentasi adalah tetap tenang walau lawan bicara menyerang habis-habisan. Pikirkan hal-hal yang baik ketika perdebatan sudah memuncak. Wajah Anda akan terlihat selalu tenang. Dan ini akan membuat lawan bicara kalah wibawa. SPORTIF Ketika dalam suatu rapat pendapat Anda dikalahkan oleh suara terbanyak, terimalah dengan lapang dada. Anda boleh menganggap pendapat Anda benar, tapi ketika rapat sudah memutuskan, Anda harus menerima dan menjalankannya dengan baik. Hindari membawa perdebatan di dalam rapat ke luar ruangan.

Mengungkap Emosi Positif

Minggu, 22 Juni 2008 | 15:01 WIB
GAYA bergaul, cara berkomunikasi, cara menyampaikan pendapat, berdebat, berargumentasi, cara makan, pilihan jenis makanan, bahkan cara berpakaian, serta gaya hidup tampak seolah hampir secara menyeluruh terlanda arus globalisasi yang memberi efek positif ataupun negatif.

Meski demikian, apabila diamati dan disimak secara cermat, masih ada aspek komunikasi yang seakan tidak tersentuh arus positif globalisasi itu sendiri, yaitu mengungkap reaksi emosi positif secara spontan dengan upaya tulus untuk menghargai orang lain yang telah menunjukkan prestasi dalam karya nyata, apalagi yang memberi perlakuan baik kepada kita. Terhambat dalam mengungkap emosi positif dapat menjadi sumber konflik perkawinan yang ternyata bisa berakibat fatal.

Kasus

”Dia orang yang tidak tahu terima kasih, tidak pernah mau minta maaf kalau salah. Saya sakit hati sekali karena kalau saya yang salah sedikit saja dia memaki saya dengan kata-kata kasar. Kata-kata goblok dan bodoh mengalir bagai air sehari-hari.

”Saya merasa tertekan dan hilang kepercayaan diri. Saya sebal sekali sama dia, rasanya sudah tidak tersisa lagi perasaan kasih terhadap dia. Yang ada saya ingin cerai dari dia, tetapi kalau saya bilang saya mau cerai, dia mengatakan, ’Silakan saja pergi dari rumah ini. Jangan harap saya kasih harta dan jangan harap kamu bisa lihat anakmu.’

”Kalau sudah diancam begitu, saya takut sekali karena walaupun peraturan menyatakan anak umur di bawah lima tahun hak asuhnya ada di pihak ibu apabila terjadi perceraian, tetapi dia banyak uang, Bu. Dia bisa menyewa pengacara mahal, mungkin saja dia bisa dapat hak asuh anak saya, Bu. Anak saya baru umur tiga tahun, saya tidak tega meninggalkannya, Bu.” Demikian U (34), dengan air mata di pelupuk.

Selanjutnya, U bercerita pertengkaran selalu bermula dari ”Saya tidak terima dimaki, saya melawan.” Biasanya setelah bertengkar, U akan mendiamkan suaminya selama 3-4 hari, tetapi kemudian tidak enak sendiri dan mulai menegur suami kembali.

”Mungkin terkadang timbul rasa salah, tetapi dia tidak akan pernah minta maaf kepada saya. Kebiasaannya yang lain yang sering membuat saya kesal adalah dia sering mengompensasikan rasa salahnya dengan membelikan saya macam-macam benda yang sebenarnya tidak saya inginkan.

”Di pikirannya, yang penting cuma uang dan barang, dia pikir kalau sudah kasih uang, kasih barang, masalah selesai. Sebal saya,” U melanjutkan keluhannya.

Konseling perkawinan

Konseling perkawinan tidak akan efektif bila dilakukan hanya dengan salah satu pasangan. Menghadirkan suami menjadikan konseling lebih efektif karena relasi kasar dari pihak suami, walaupun ada kontribusi dari masa kecilnya, akan semakin kuat bila pihak istri tanpa sadar dan terdorong kekesalan hatinya justru bereaksi yang bisa meningkatkan kadar kekasaran sikap suami.

Mengapa? Pengaruh unsur timbal balik antara pasangan dalam berkomunikasi akan menciptakan iklim keluarga. Tampaknya, sikap perlawanan U untuk menghentikan kekasaran suami justru membuat suami menjadi semakin kasar.

Dalam ungkapannya, suami U menyatakan, ”Bu, sebenarnya saya sangat mencintai istri saya, saya tidak ingin bercerai darinya. Hanya saya memang sangat emosional dan sering tidak mampu mengendalikan ucapan saya dan akhirnya keluar makian beruntun. Saya tambah kesal bila istri saya melawan dan dia mampu mendiamkan saya berlama-lama. Dia sangat sensitif, sedikit tersinggung perasaannya saja sudah dengan mudah minta cerai, Bu. Saya tidak ingin keluarga saya hancur. Saya sayang kepada anak dan istri saya.”

Hal yang kemudian diperoleh dalam sesi konseling tersebut adalah setelah U diberi kesempatan mengungkapkan unek-unek kekesalannya terhadap suami yang sering berucap kasar, terlihat ekspresi wajahnya berubah, mulai tersenyum dengan kemudian mengatakan, ”Bu, sebenarnya saya tahu suami saya baik hati karena saat dia santai dan kami sedang tidak bertengkar dia adalah kawan bercerita yang enak. Bisa diajak diskusi dan sering menemukan solusi masalah yang tepat.”

Mengungkap emosi positif

Hubungan perkawinan kedua pasangan tersebut di atas dapat diperbaiki. Bagaimana caranya? Caranya dengan meminta kedua pasangan berlatih untuk menghargai satu sama lain, bahkan untuk hal-hal kecil sekali pun.

Hendaknya U dan suami saling mencermati apa yang telah dilakukan masing-masing dan menyenangkan. Ucapkanlah terima kasih dan berlatihlah memberi pujian terhadap perlakuan baik pasangan.

Misalnya, masakan U enak, ungkapkanlah secara terbuka pujian terhadap U, dengan ”Seger banget sayur bening buatanmu ini.” Atau bila suami berpenampilan bersih dan serasi suatu pagi, ungkapkanlah penghargaan terhadap penampilannya dengan misalnya, ”Hari ini kamu keren banget.”

Pada awalnya pasti terasa janggal, tetapi alah bisa karena biasa. Yang penting, setiap perubahan sikap positif sedikit pun dari pasangan harus dihargai. Ketahuilah penghargaan terhadap pasangan yang tulus, dengan ungkapan disertai kontak mata penuh kasih, akan membuat iklim relasi keseharian dengan pasangan terasa nyaman.

Sesekali kesal dan marah adalah hal biasa, tetapi ungkapkan pula rasa kesal/marah dengan cara lebih bijaksana. Dengan demikian, U pun tidak akan merespons dengan gaya melawan yang justru membuat suaminya semakin. ***

UNTUNG RUGINYA MELAJANG

Minggu, 12 Oktober 2008 | 14:52 WIB

Oleh : Agustine Dwiputri, Psikolog

Kecenderungan menikah tampak mengalami perubahan drastis dalam beberapa dasawarsa terakhir. Di kota-kota besar makin banyak orang melajang (menunda atau berstatus tidak menikah) sampai usia tua. Muncul berbagai pandangan mengenai penyebab dan kondisi yang dirasakan para lajang.

Ada satu studi menunjukkan, ternyata uang dianggap membuat hidup lebih baik, bukan lagi pasangan hidup. Berarti, menikah tidak lagi menjadi prioritas utama bila penghasilan seseorang belum memadai.

Ada juga yang melihat kesenjangan kebahagiaan antara orang yang menikah dan melajang makin kecil. Dikaitkan dengan status kesehatan, mulai diragukan apakah orang yang menikah memang lebih sehat.

Bila dengan menikah seseorang punya pasangan yang dapat menertibkan pola makan, mengingatkan bergaya hidup sehat, dan memberi dukungan sosial dan emosional, maka biasanya kaum suami memang menjadi lebih sehat ketimbang pria melajang.

Bagaimana dengan perempuan melajang? Apakah mereka juga bisa memperoleh berbagai kondisi positif seperti halnya perempuan menikah?

Mari kita simak satu contoh surat yang dilayangkan perempuan lajang berikut ini (merupakan fakta konkret bagi saya, beberapa surat senada selalu dikirim perempuan, tidak/belum ada pria lajang yang menuliskan masalahnya).

…Saya gadis (46), tetapi masih sendiri… belum punya pasangan hidup. Dulu saya pernah tunangan, tetapi gagal ke pelaminan. Tentu saja saya sedih, Bu. Saya ingin seperti yang lain, sukses dalam karier dan rumah tangga.

Saya PNS di kota kecil, saya hanya punya beberapa teman, ke mana-mana ketemunya itu lagi, itu lagi…. Jadi mungkin agak sulit mendapat pendamping.

Apa yang harus saya lakukan, apakah masih ada jodoh untuk saya? Saya tidak mau sendiri terus. Saya ingin berbagi rasa, saling sayang dengan pendamping saya. Saya tidak berharap muluk-muluk, tetapi juga jangan asal mendapat pendamping… Yang penting seiman, Bu. (SP di Am, Jawa Barat)

Kerugian melajang

Gambaran surat-surat senada menunjukkan, bagi kebanyakan perempuan di Indonesia melajang dalam usia dewasa lebih menimbulkan rasa tidak nyaman, mereka lebih banyak berada dalam posisi sulit dan takut dilecehkan.

Kebanyakan perempuan masih sepakat dengan pandangan menikah adalah kodrat tiap orang. Mereka juga harus berhadapan dengan pandangan masyarakat yang tradisional, yang rata-rata menyudutkan perempuan lajang dengan pertanyaan terus-menerus, label menyakitkan, atau memandang dengan tatapan prihatin atau kasihan. Tetap saja perempuan lajang dipandang lebih negatif daripada pria lajang. Karena itu, wajar bila SP tetap menginginkan pernikahan.

Masalahnya, masyarakat juga masih menilai tidak pantas perempuan aktif mencari pasangan. Bila ditanyakan kepada saya tentang masih adakah jodoh bagi SP, maka jawabannya jodoh ada di tangan Tuhan, bukan? Dengan kesabaran berdoa, menunggu, dan ketakwaan, saya yakin Anda tetap tabah dan percaya diri Anda di bawah lindungan-Nya.

Nah SP, selain tetap meyakini maksud dari yang Maha Kuasa, saya ingin Anda merenungkan juga segi positif melajang berikut ini.

Keuntungan melajang

Hidup melajang sebenarnya dapat memberi kesempatan lebih leluasa mengambil berbagai langkah, misalnya, melakukan kesenangan, memerhatikan kebutuhan diri sendiri, bebas mempunyai banyak teman dekat, dan lebih bersemangat meniti karier bagi yang bekerja.

Karena itu, sebenarnya perempuan lajang juga punya banyak kesempatan memperoleh kepuasan hidup dan menikmati kebahagiaan.

Di kota-kota besar perempuan melajang memang dapat memperoleh keuntungan. Kebanyakan mempunyai jenjang pendidikan yang baik, mereka juga biasanya perempuan bekerja yang mempunyai penghasilan sendiri. Mereka punya banyak akses membentuk kelompok senasib karena bagaimanapun perempuan lajang masih merupakan kelompok minoritas di masyarakat mana pun.

Mereka dapat saling berbagi perasaan, baik melalui internet maupun tatap muka berkala. Dalam perbincangan, mereka juga masih sering mempertanyakan, ”Apakah kami salah karena kami sukses dalam pekerjaan? Karena kami pandai? Atau karena kami terbiasa mandiri? Apa salah kalau itu semua membuat banyak pria menjadi minder?” Dengan kecamuk perasaan yang sama, mereka bisa saling menjalin persahabatan.

Bagaimana dengan SP yang tinggal di kota kecil? Mungkin akses pada kelompok internet agak terbatas, tetapi tidak tertutup jalan menjalin persahabatan dengan siapa pun. Upayakan tidak terlalu menutup diri atau malah menjaga jarak dalam berhubungan dengan orang lain. Syukurilah keberadaan Anda saat ini.

Dari potret yang Anda sertakan dalam surat, saya melihat Anda berpenampilan baik dan menarik. Bagaimana dengan kepribadian Anda? Mudah-mudahan tidak jauh dari penampilan fisik Anda. Kembangkan juga sifat suka menolong, berbagi, mau mendengarkan orang lain, dan sifat positif lain.

Perempuan lajang yang tak terbebani tugas rumah tangga bisa lebih leluasa beraktivitas di luar rumah. Anda dapat terlibat lebih mendalam dengan, misalnya, anak-anak telantar di jalanan atau di panti asuhan, untuk lebih mengasah sikap welas asih Anda. Atau membagi ilmu kepada masyarakat sekitar yang mungkin membutuhkan. Yang juga penting, jangan tenggelam dalam perasaan negatif, seperti cemas atau ragu.

Daripada mencemaskan hal-hal pada masa mendatang, lebih baik mengembangkan potensi diri. Ini sesuai dengan pandangan penulis terkenal, Sri Dhammananda: ”Ingatlah, hari ini adalah anak masa silam dan bapak masa depan. Kita tak bisa berbuat apa pun untuk mengubah masa lalu, tetapi kita dapat mengendalikan masa depan kita dengan cara bertindak benar pada saat ini.”