Friday, August 29, 2008

FOR ALL THAT YOU'VE DONE, LORD, I STILL LOVE YOU

Jatuh hati? Pernah^^ Patah hati? Juga pernah ^^ Depresi? Makanan setiap hari ^^ Karena banyak keinginan...kupikir begitu^^ Jadi? ga usah sedih...kita ga diciptakan untuk bersedih kok...itu cuma sementara, karena dibalik itu ada sesuatu yang akan makin menguatkan kita dan menjadikan kita makin mengerti cinta Yesus ^^ Yuk nyanyi...dari Nikita:

Jalan hidupku tak selalu...tanpa kabut yang pekat. Namun kasihMu nyata padaku pada waktuMu yang tepat. Seperti pelangi sehabis hujanItulah janji setiaMu TuhanDi balik dukaku telah menantiHarta yang tak ternilai dan abadi. Mungkin langit pun tak terlihat tertutup awan tebal. Namun hatiku kan tetap kuat oleh janjiMu yang kekal. Seperti pelangi sehabis hujanItulah janji setiaMu TuhanDi balik dukaku telah menantiHarta yang tak ternilai dan abadi (Pelangi Sehabis Hujan, Nikita's song, by Jonathan Prawira, 2008)

Apakah aku pernah suka orang? Iya, pernah, aku suka orang cakep ketika hendak berangkat ke Jepang pertama kali (2004) karena nonton drama Korea. Jarang sekali menonton drama Korea, apalagi yang di tv. Kedua kali aja di DVD (2008), karena tidak sengaja menemukan di ruang tv-nya Sam, "Sharp Blade Hong Gil Dong", pemainnya 2 cowo cakep dan 2 cewe cakep. Aku suka sama XX karena dia yang paling 'cool' dan cakep di LL, dan perhatiannya unik. Aku suka CC karena dia yang paling 'cool' dan paling perhatian. Sayang, dua-duanya MM banget. Rasanya lebih baik pacaran atau menikah dengan yang lebih SS, karena sifatku yang kekanakan. Tapi usia tidak menjamin kedewasaan seseorang, jadi aku ga akan berpatokan pada usia.

Cakep? Itu karunia Tuhan. Kaya? Itu karunia Tuhan. Biasa-biasa aja? Itu juga karunia. Punya mobil? Itu karunia. Tidak punya mobil? Itu pilihan. Semua adalah untuk memuliakan nama Tuhan saja. Jangan sedih, karena Tuhan tidak memaksudkan kita untuk sedih. Sama sekali tidak! Tapi untuk hidup yang penuh sukacita. Karena di dalam Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin bagiku.

Standing here in Your presence thinking of the good things You have done. Waiting here patiently just to hear Your still small voice again... Holy, righteous, faithful to the end...Savior, healer, redeemer, and friend. I will worship You for who You are, I will worship You for who You are, I will worship You for who You are, Jesus...My soul secure, Your promise sureYour love endures always. My soul secure, Your promise sureYour love endures always (For Who You Are, Hillsong's 2006)

If my heart has grown cold, there Your love will unfold. As You open my eyes to the work of Your hand. When I'm blind to my way, there Your Spirit will pray. As You open my eyes to the work of Your hand. As You open my eyes to the work of Your hand Oceans will part; nations come at the whisper of Your call. Hope will rise; glory shown. In my life, Your will be done. Present suffering may pass. Lord, Your mercy will last. As You open my eyes to the work of Your hand. And my heart will find praise. I'll delight in Your way. As You open my eyes to the work of Your hand. As You open my eyes to the work of Your hand (Oceans Will Part, Hillsong's 2006)

Aku ingat dulu sekali ketika baru lulus S1, di tempat fotokopi disapa oleh orang yang tidak dikenal, seorang bapak muda. Kata-katanya yang paling kuingat adalah untuk apa sekolah arsitektur, nanti juga dibuang, tidak digunakan lagi. Waktu itu aku terdiam tidak menjawab, dalam hati hanya mengeluh, apa urusan dia berkata sinis seperti itu, seolah-olah dia pernah dikecewakan. Bukankah kita belajar karena suka? Dengan harapan tentu saja bisa bekerja dan menghasilkan uang dari jurusan yang kita pelajari. Masalahnya tidak banyak orang yang berkemauan cukup kuat dan teguh, serta sabar. Orientasinya hanya uang, dan ingin didapatkan dengan mudah dan cepat, tentu saja dua hal ini sangat bertentangan. Saya tentu saja tidak setuju dengan pendapat bapak muda itu. Sekarang saya 31 tahun dan sedang bersiap untuk berangkat sekolah S3. Memang tidak mudah untuk memutuskan dan menetapkan hati untuk sekolah lagi, mengingat saya wanita dan usia yang melewati 20-an. Tapi semua itu saya lakukan karena saya memiliki harapan dan saya suka dengan semua yang telah saya pelajari, yang saya lakukan. Saya punya harapan tentang masa depan yang lebih baik, walaupun tidak semua orang bisa melihat hal yang sama. Saya tidak berharap orang akan mengerti saya dan apa yang saya pikirkan. Saya hanya bergantung pada Tuhan yang paling mengerti saya, bahkan lebih mengerti daripada diri saya sendiri. Saya cukup bersyukur karenanya. Harus berkemauan! Harus berketetapan hati. Harus bisa menerima dengan sukacita. Harus tidak mudah berkecil hati. Harus mengerti posisi. Harus memahami situasi. Tidak kecil hati! Karena Tuhan baik dan Tuhan mengerti. Chayo!

No comments: