Sunday, August 17, 2008
MASA DEPAN BANGSA
1. Suatu hari di sebuah sekolah SD, seorang guru wanita merasa dongkol karena salah satu anak muridnya sangat bolot, Pendi namanya. Begitu kesalnya sehingga ia dengan sengaja menanyakan sebuah pertanyaan pada pelajaran sejarah khusus ditujukannya pada si Pendi.
"Pendi, coba kamu jawab pertanyaan ibu ya...Tahukah kamu siapa yang menandatangani naskah Proklamasi 17 Agustus?" Pendi menjadi gelisah dan gugup, mukanya menjadi pucat, dan dengan terbata dia menjawab, "Bukan saya ibu...". Tentu saja guru wanita itu makin kesal, kenapa anak didiknya yang satu ini bolot sekali, akhirnya diperintahkannya ibu Pendi datang. Dan keesokan harinya ketika ibunya datang, ibu guru itu berkata," Ibu, anak ibu itu bolot sekali, kemarin saya tanya tahukah kamu siapa yang menandatangani naskah Proklamasi, eh, dijawabnya: bukan saya? Bagaimana sih anak ibu ini?" Ibu Pendi tentu saja kaget dan malu, ketika dilihatnya Pendi hanya tertunduk malu langsung katanya pada Pendi, "Pendi! Kamu mengaku saja, jangan bikin malu ibu...ayo, ngaku aja..." Si ibu guru makin merasa dongkol. Ternyata ibu dan anak sama saja bolotnya, walah, walah...gimana nasib bangsa ini ya?????
2. Ada seorang yang sangat kikir. Suatu hari ia masuk ke sebuah warung makan di pinggir jalan. Setelah tiba waktunya dilayani, ia bertanya," Bang, teh panas berapa?" "Lima ratus!" kata abang yang jual warung. "Kalau teh dingin berapa bang?" "Seribu". "Kalau gitu saya pesen teh panas aja." Setelah dilayani, dengan serta merta diminumnya teh yang masih panas itu, tentu saja si penjual kaget, ditegurnya si tamu, "Eh,eh, itu masih panas banget lo, jangan buru-buru, nanti kesakitan," Si tamu menjawab,"Nah, saya tahu sekarang, si abang kan menunggu saya minum tehnya ketika dingin, nanti kalau sudah dingin baru saya minum, saya disuruh bayar seribu." Rupanya orang itu ga hanya kikir, tapi juga bolot (mungkin dia bapak si Pendi).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment